Setiap masyarakat memiliki potensi yang dapat menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan. Namun, potensi tersebut tidak selalu terlihat dengan jelas tanpa proses pengenalan dan penggalian yang dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, sebelum merancang program pemberdayaan, penting untuk memahami kondisi masyarakat, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang dapat dikembangkan sesuai dengan karakteristik wilayah setempat.
Melalui dukungan PT PLN (Persero), Yayasan Inisiatif Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) melaksanakan program Strengthening Rural Livelihoods through Integrated Productive Initiatives di Distrik Weriagar dan Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Program ini bertujuan memperkuat penghidupan masyarakat melalui pemetaan sosial dan identifikasi potensi kegiatan produktif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan berbasis sumber daya dan kebutuhan lokal.
Melalui proses pemetaan yang dilakukan secara partisipatif, masyarakat tidak hanya mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, tetapi juga menggali peluang yang dapat dikembangkan menjadi sumber penghidupan baru yang berkelanjutan.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa masyarakat memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.
Di Distrik Weriagar, salah satu isu utama yang muncul adalah persoalan pengelolaan lingkungan, khususnya sampah plastik dan kebersihan lingkungan. Dari berbagai diskusi bersama masyarakat, muncul gagasan untuk mengembangkan kegiatan berbasis pengelolaan sampah anorganik yang dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat peluang pengembangan ketahanan pangan melalui budidaya tanaman sederhana, pemanfaatan greenhouse skala kecil, serta penguatan fungsi fasilitas pendidikan dan Rumah Pintar sebagai ruang pembelajaran masyarakat.
Sementara itu, masyarakat Distrik Taroi menghadapi tantangan ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan udang yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Dari proses pemetaan yang dilakukan bersama masyarakat, teridentifikasi peluang pengembangan produk olahan hasil laut yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan menjual hasil tangkapan secara langsung.
Inisiatif seperti pengolahan ikan asin rempah dan berbagai produk berbasis hasil laut lokal menjadi salah satu alternatif yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan. Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan juga menjadi strategi yang dapat membantu memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Yang menarik, berbagai gagasan tersebut tidak muncul dari asumsi pihak luar. Sebaliknya, ide-ide tersebut lahir dari proses dialog dan refleksi bersama antara masyarakat, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan fasilitator lapangan.
Melalui program ini, PT PLN (Persero) mendukung upaya pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas lokal dan pengembangan sumber penghidupan yang berkelanjutan. Sementara itu, IBEKA berperan memfasilitasi proses pendampingan, pemetaan potensi, dan penguatan partisipasi masyarakat agar berbagai peluang yang teridentifikasi dapat berkembang menjadi inisiatif nyata yang memberikan manfaat jangka panjang.
Ke depan, hasil pemetaan ini akan menjadi dasar bagi pengembangan program-program lanjutan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah pendampingan.
Melalui kolaborasi antara IBEKA, PT PLN (Persero), dan masyarakat, berbagai potensi yang telah teridentifikasi diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat dan menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi kampung-kampung pesisir di Teluk Bintuni.






