Pemberdayaan masyarakat bukan sekadar menghadirkan solusi, tetapi membangun proses yang memungkinkan masyarakat terlibat dalam menentukan arah perubahan di wilayahnya sendiri. Karena itu, memahami kebutuhan masyarakat tidak dapat dilakukan hanya melalui data dan angka. Dibutuhkan ruang dialog, keterlibatan, dan proses belajar bersama.
Prinsip tersebut menjadi dasar pendekatan yang digunakan IBEKA dalam pelaksanaan program Strengthening Rural Livelihoods through Integrated Productive Initiatives yang didukung oleh PT PLN (Persero) di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Melalui pendekatan community-based development, fasilitator lapangan ditempatkan secara langsung di Distrik Weriagar dan Distrik Taroi untuk berinteraksi, membangun hubungan, dan belajar bersama masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan proses pemetaan dilakukan secara partisipatif sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, serta pandangan mereka mengenai kondisi wilayah yang mereka tempati.
Bagi IBEKA, pemetaan bukan sekadar kegiatan pengumpulan data. Pemetaan adalah proses mendengar. Mendengar cerita masyarakat mengenai kehidupan sehari-hari mereka, memahami tantangan yang dihadapi, serta mengenali harapan yang ingin diwujudkan untuk masa depan kampung mereka.
Selama proses pendampingan, fasilitator melakukan observasi lapangan, wawancara informal, diskusi kelompok, serta terlibat dalam berbagai aktivitas masyarakat. Pendekatan ini membantu membangun kepercayaan dan memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan yang lebih terbuka antara masyarakat dan tim pendamping.
Melalui berbagai diskusi yang dilakukan bersama pemerintah kampung, tokoh masyarakat, kelompok perempuan, pemuda, dan warga, berbagai isu strategis berhasil diidentifikasi. Mulai dari persoalan lingkungan, ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat.
Pendekatan partisipatif ini juga memastikan bahwa identifikasi masalah maupun peluang tidak berasal dari sudut pandang pihak luar semata. Sebaliknya, masyarakat menjadi sumber utama pengetahuan mengenai kondisi wilayah mereka sendiri sekaligus menjadi bagian dari proses penyusunan solusi.
Dukungan PT PLN (Persero) memungkinkan proses pendampingan dan pemetaan ini berlangsung secara lebih mendalam sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat aktif dalam merancang arah pengembangan wilayahnya. Melalui program ini, PLN menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
Bagi IBEKA, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari hasil yang dicapai, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa memiliki proses perubahan yang sedang berlangsung. Karena perubahan yang berkelanjutan selalu tumbuh dari partisipasi dan keterlibatan masyarakat itu sendiri.






