Pembangunan yang berkelanjutan dimulai dari pemahaman yang utuh terhadap masyarakat dan wilayah tempat mereka hidup. Setiap daerah memiliki karakteristik, tantangan, dan potensi yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan konteks lokal. Atas dasar itulah Yayasan Inisiatif Bisnis Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) bersama PT PLN (Persero) melaksanakan program Strengthening Rural Livelihoods through Integrated Productive Initiatives di Distrik Weriagar dan Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Program ini diawali dengan kegiatan pemetaan sosial dan potensi wilayah sebagai langkah untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih mendalam. Bagi IBEKA, proses pemberdayaan yang berkelanjutan harus dimulai dari upaya mengenali kehidupan masyarakat, memahami tantangan yang mereka hadapi, serta mengidentifikasi potensi yang dapat menjadi dasar pengembangan program di masa depan.
Distrik Weriagar dan Distrik Taroi merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sumber daya alam di sekitarnya. Perikanan tangkap, pengolahan sagu, dan pemanfaatan hasil hutan menjadi sumber penghidupan utama masyarakat selama bertahun-tahun. Kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pesisir, sungai, dan kawasan rawa yang menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Namun, di balik kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, masyarakat juga menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan akses transportasi menyebabkan tingginya biaya logistik dan distribusi kebutuhan pokok. Di beberapa wilayah, masyarakat masih menghadapi persoalan akses air bersih, pengelolaan lingkungan, serta keterbatasan infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi.
Di Distrik Weriagar, persoalan pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan menjadi salah satu isu yang mengemuka. Sementara di Distrik Taroi, masyarakat menghadapi tantangan ekonomi akibat menurunnya hasil tangkapan udang yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama keluarga. Tingginya ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah juga menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat pesisir.
Meski demikian, masyarakat di kedua wilayah memiliki modal sosial yang kuat. Pengetahuan lokal, semangat gotong royong, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan, serta hubungan sosial yang erat menjadi kekuatan yang terus menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Melalui dukungan PT PLN (Persero), kegiatan pemetaan ini menjadi langkah awal untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih komprehensif. Informasi dan pembelajaran yang diperoleh dari proses ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, relevan, dan berkelanjutan.
Karena bagi IBEKA, pembangunan yang berdampak tidak dimulai dari program, melainkan dari pemahaman terhadap masyarakat yang akan menjadi pelaku utama perubahan itu sendiri.





